Home Breaking News Misteri Identitas Mayat Perempuan di Kunduran Mulai Terkuak

Misteri Identitas Mayat Perempuan di Kunduran Mulai Terkuak

982
0
SHARE

SEKAT.CO, Blora – Misteri mayat perempuan yang diduga menjadi korban pembunuhan dengan cara dibakar di Kunduran, Blora mulai terungkap. Korban belakangan diketahui bernama Ferin Diah Anjani (21) warga RT04/RW 16 Desa Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Semarang.

Kapolres Blora AKBP Saptono, S.I.K, M.H, kepada Sekat.co, kembali menambahkan, berdasarkan hasil penyelidikan tim Resmob Polres Blora, pada hari Minggu (5/8/2018) identitas mayat perempuan tersebut sudah dikantongi oleh anggotanya.

AKBP Saptono kembali menambahkan, untuk memastikan perihal tersebut, anggota mendatangi pihak keluarga korban dan mencocokkan barang bukti berupa anting yang ditemukan oleh petugas saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kepada pihak keluarga.

“Setelah ditunjukkan anting yang dipakai korban, pihak keluarga mengenali dan mengatakan kalau anting tersebut milik korban,” kata Kapolres.

Kapolres kembali mengatakan, untuk memastikan lagi, rencananya hari ini makam korban akan dibongkar guna melakukan tes DNA mayat dengan dicocokan dengan keluarganya.

“Pihak keluarga korban sudah perjalanan dari Semarang ke Blora. Rencananya hari ini langsung kita bongkar untuk memastikan,” pungkas Saptono.

Saptono juga mengatakan, untuk mengungkap misteri identitas korban, pihak tim Satreskrim Polres Blora, harus bekerja keras dengan menyasar sejumlah wilayah sejak Jumat (3/8/2018) lalu.

Lanjut kata dia, berdasarkan bukti-bukti dan temuan dilapangan, penyelidikan tersebut mulai mengerucut bahwa korban adalah salah satu warga yang berasal dari Semarang.

Lebih jauh Saptono menguraikan, keyakinan akan informasi, identitas beserta asal-usul korban semakin menguat manakala di  Polrestabes Semarang juga diketahui ada laporan orang hilang dengan ciri-ciri yang sama dengan kejadian di Blora.

“Minggu (5/6) kemarin kita sudah datangi keluarga korban, dari situ kita lakukan lidik dan berhasil mengantongi identitas dari pelaku,” pungkas Saptono. (A7).