Home Breaking News Polisi Berhasil Membekuk Pelaku Pembunuhan Sadis Mayat Dibakar di Kunduran

Polisi Berhasil Membekuk Pelaku Pembunuhan Sadis Mayat Dibakar di Kunduran

9305
0
SHARE

SEKAT.CO, Blora – Kerja keras jajaran Satreskrim Polres Blora, dalam mengungkap teka-teki siapa pelaku dan sosok mayat perempuan yang dibakar di wilayah Kunduran pada, Rabu (1/8/2018) mulai menemui titik terang.

Belakangan diketahui korban bernama, Ferin Diah Anjani (21) warga RT04/RW 16 Desa Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Semarang.

Setelah memastikan dengan mendatangi pihak keluarga pada Minggu (5/8/2018) kemarin, penyelidikan kembali dilakukan oleh anggota Satreskrim Polres Blora.

Tanpa menunggu waktu lama, pada Senin (6/8/2018) kemarin, tim Resmob Satreskrim Polres Blora, berhasil membekuk pelaku berinisial K (30) warga asal Kunduran, Blora, di Semarang.

“Alhamdulillah, kita sudah berhasil membekuk pelaku pada, Senin (6/8/2018) kemarin di sebuah rumah kos yang ditinggali pelaku di Semarang,” kata Kapolres Blora, AKBP Saptono, S.I.K, M.H, kepada Sekat.co.

Kapolres kembali mengungkapkan, pria yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan di sebuah hotel di Semarang tersebut dihadapan anggota mengakui semua perbuatannya yang telah sadis membunuh korban dengan cara dibakar.

Pelaku juga mengungkapkan, bahwa saat itu kondisi korban Ferin dalam keadaan tangan beserta kakinya di ikat dan saat itu masih dalam keadaan hidup.

“Berdasarkan pengakuan pelaku, korban ini tangan dan kakinya di ikat, baru kemudian dibakar hidup-hidup dengan menggunakan bensin,” beber Saptono.

Lebih jauh Saptono mengungkapkan, keterangan tersebut diperkuat dengan adanya hasil penyelidikan tim forensik dan inavis dari Polda Jateng, yang menyatakan bahwa korban saat dibakar oleh pelaku K kondisinya masih hidup.

Saptono kembali menguraikan, berdasarkan keterangan pelaku, pelaku K tega menghabisi nyawa Ferin Diah Anjani yang sehari-hari berprofesi sebagai seorang pekerja seks komersial (PSK) di Semarang ini, lantaran ingin menguasai harta perhiasan emas milik korban.

“Jadi karena ingin menguasai perhiasan emas yang dimiliki korban, pelaku tega menghabisi nyawa korban dengan cara sadis, yakni dibakar hidup-hidup,” pungkas Saptono. (A7).