Home Sejarah Pembangunan Masjid Bonang Diyakini Warga Dibangun Dalam Waktu Satu Malam

Pembangunan Masjid Bonang Diyakini Warga Dibangun Dalam Waktu Satu Malam

696
0
SHARE

SEKAT.CO, Rembang –  Dahulu kala di kawasan Lasem ada salah satu wali songo yakni Sunan Bonang yang tengah berdakwah di wilayah itu untuk menyebarkan agama dan mengenalkan pendidikan.

Selain itu, Sunan Bonang  juga sempat membangun sebuah masjid bersama para santrinya, di Desa Bonang Kecamatan Lasem, Rembang.

Letak masjid tersebut lokasinya tak jauh dari makam sunan Bonang, cukup berjalan sekitar 50 meter di sebelah selatan makam.

Masjid yang berukuran sekitar 8×8 meter, dengan 4 tiang kayu penyangga tersebut masih berdiri kokoh. Selain itu juga pada kubah masjid, tersimpan didalamnya sebuah benda menyerupai gong berukuran kecil.

Di suatu sisi warga setempat mempercayai, masjid tersebut merupakan masjid asli yang dibangun langsung oleh Sunan Bonang. Selain itu, warga setempat juga percaya, bahwa masjid tersebut hanya dibangun dalam waktu semalam.

Juru Kunci makam Sunan Bonang, sekaligus sesepuh Desa setempat, Abdul Wachid menceritakan, Kala itu masyarakat Desa setempat belum begitu mengenal ajaran islam.

Namun, suatu ketika pada pagi hari warga dikejutkan dengan munculnya sebuah bangunan cukup megah tepat di tengah pemukiman masyarakat.

“Warga melihat saat pagi hari tiba-tiba ada sebuah bangunan besar, berdiri pas di tengah Desa. Menurut warga tempo dulu, sebelumnya bangunan itu belum ada. Karena saat itu warga belum mengenal betul ajaran islam, warga ya menyebutnya ini rumah besar,” tuturnya.

“Mbah Mbonang wafat pada tahun 1525 Masehi, sedangkan ini dibangun saat beliau masih sugeng. Berarti ini lebih dari 500 tahun,” lanjutnya.

Semenjak berdirinya bangunan tersebut, aktifitas santri pun berpusat di masjid yang kini dinamakan Masjid Sunan Bonang.

Kemudian Warga yang kian penasaran atas bangunan satu malam itu, kemudian tertarik ikut belajar ajaran islam di masjid tersebut.

“Wallahuallam, itulah karimah beliau. Semenjak ada masjid ini, syiar dakwah islam beliau makin meluas. Sampai ada raja di Sumatera yang ikut nyantri kepada beliau Sunan Bonang,” katanya. (E9).