Home Pemerintahan Warga Kaliori Ancam Lakukan Protes Besar-Besaran, Jika Pemkab Tak Mampu Atasi Limbah

Warga Kaliori Ancam Lakukan Protes Besar-Besaran, Jika Pemkab Tak Mampu Atasi Limbah

85
0
SHARE

SEKAT.CO, Rembang – Limbah pengolahan ikan yang diduga pembuangan limbahnya di alirkan ke area laut pasir putih Dukuh Wates, Tasikharjo Kaliori, sejauh ini sudah membuat sebagian warga setempat jengah.

Sebab sejauh ini, pihak terkait masih juga tidak bisa mengatasi adanya pencemaran air di wilayah pantai tersebut. Mengingat pantai tersebut merupakan salah satu aset tempat wisata yang ada di Rembang.

Perihal tersebut diungkapkan oleh salah satu warga Ahsan (35) yang mengatakan, jika pihak terkait belum bisa mengatasi tentunya akan menimbulkan protes besar-besaran oleh warga.

“Masyarakat saat ini sudah jengah lho. Sebab pencemaran ini sudah sangat merugikan sekali. Selain dirasakan penduduk sekitar pantai, pencemaran tersebut juga sangat dirasakan dan sangat berdampak bagi para nelayan disini. Yakni, baling-baling perahunya selalu terkena lumpur lmbah. Lalu kemudian berdampak juga untuk para wisatawan, dan yang terakhir yakni para pedagang kecil yang ada di pantai ini,” paparnya.

Ahsan kembali berharap kepada Pemkab supaya persoalan tersebut agar bisa cepat diselesaikan dan merespon dengan baik aspirasi masyarakat tentang adanya keluhan pencemaran tersebut.

lanjut kata dia, selama ini masyarakat desa sekitar menilai, instansi-instansi terkait berusaha saling lempar tanggungjawab kepada instansi yang ada di atasnya.

“Intinya kita sama-sama ingin ada penyelesaian dan jangan sampai instansi atau dinas lingkungan hidup melemparkan ini kepada yang ada di atasnya atau provinsi. Supaya nanti bisa sama-sama selesai dengan baik,” ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Rembang Abdul Hafidz meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup supaya bisa menindak dengan tegas terhadap perusahaan pengolahan ikan yang membuang limbahnya ke lautan Pantai Kaliori Rembang.

“Saya berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Rembang supaya menindak tegas terhadap perusahaan yang tidak mempunyai IPAL, karena ini akan berdampak pada kebersihan laut. Karena kalau perusahaan tidak mempunyai IPAL dibiarkan beroperasi akan mencemari laut,” tegas Bupati.

Ditambahkan oleh Bupati, “LH jangan takut kalau perusahaan ikan yang tidak punya IPAL yang memadai untuk mengolah limbah ditutup. Jangan sampai terbius kalau perusahaan ditutup nanti banyak pengangguran, itu alasan kuno. Semua saling butuh dan kita harus tegas. Perusahaan yang tidak bisa menangani limbah ya harus ditindak sesuai aturan,” tandasnya. (E9).