Home Breaking News Menguak Dugaan Korupsi Program UPSUS SIWAB Dinas Peternakan Blora

Menguak Dugaan Korupsi Program UPSUS SIWAB Dinas Peternakan Blora

1302
0
SHARE

SEKAT.CO, Blora – Raut wajah Ir. Wahyu Agustini, SE, M.Si, tampak sedikit gusar, pasalnya beberapa minggu belakangan ini, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora, yang berada dibawah naungannya itu, sedang digoncang kabar tak sedap tentang adanya praktik dugaan korupsi dengan cara memotong dana operasional petugas Inseminator dalam pelaksanaan program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB).

Tidak tanggung-tanggung, terdapat 3 program yang dana operasional para petugas inseminator ini, diduga telah disunat oleh oknum pihak Dinas. Ketiga program UPSUS SIWAB tersebut meliputi program Identifikasi, program Inseminasi Buatan (IB), dan program Pemeriksaan Kebuntingan (PKB).

Perlu diketahui, petugas inseminator adalah petugas teknis yang menjalankan kegiatan UPSUS SIWAB di lapangan. Dari setiap ekor sapi atau kerbau yang telah di identifikasi, ataupun di suntik IB dan yang terakhir dilakukan program PKB, kesemuanya dilaporkan melalui Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional Terintegrasi (ISIKHNAS).

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun oleh penulis berita ini, para petugas inseminator memperoleh anggaran operasional IB bersumber dari APBN tahun 2018, sebesar Rp 50.000 untuk setiap ekor sapinya. Dana operasional tersebut diketahui mengalami kenaikan sebesar Rp 20.000 dari yang sebelumnya Rp 30.000 di tahun 2017.

Dari program UPSUS SIWAB IB yang telah dilaksanakan di wilayah Blora, sebanyak lebih kurang 74 orang petugas inseminator tersebut dibagi di tiga wilayah Unit Pelayanan Teknis (UPT). Dari pembagian wilayah tersebut, setiap harinya para petugas inseminator ini, diketahui berhasil memperoleh ratusan ekor sapi yang telah di program kawin suntik IB.

Seperti data yang tertulis pada tanggal (1/6/2018) lalu, petugas inseminator telah melakukan IB sebanyak 486 ekor sapi, sedangkan untuk PKB petugas berhasil memeriksa 43 ekor sapi. Kemudian pada tanggal (2/6/2018) sebanyak 391 ekor sapi yang telah di IB dan 52 ekor yang telah di periksa PKB.

Masih berlanjut untuk tanggal (3/6/2018) terdapat 458 ekor sapi yang telah di IB dan 67 ekor sapi yang telah di PKB, kemudian tanggal (4/6/2018) ada sebanyak 395 ekor sapi yang telah di inseminasi IB lalu 84 ekor sapi yang telah di PKB.

Sayangnya, dengan dalih “Kebersamaan” dan “Pajak” anggaran operasional IB tersebut, melalui UPT di masing-masing wilayah, diduga telah melakukan praktik potongan dana operasional sebesar Rp 15.000 untuk setiap ekor sapi. Potongan tersebut perinciannya adalah, Rp 12.000 untuk “Kebersamaan” sedangkan Rp 3000 untuk besaran “Pajaknya”.

“Betul, jadi dana operasional UPSUS SIWAB IB kami telah dipotong sebesar Rp 12.000 oleh dinas melalui koordinator yakni Kepala UPT kami masing-masing,” ungkap salah satu petugas inseminator sebut saja dengan nama samaran David, karena yang bersangkutan enggan disebutkan identitasnya.

David kembali mengungkapkan, praktik potongan dana operasional UPSUS SIWAB IB tersebut tidak hanya terjadi di tahun 2018 saja, melainkan sejak pertama kali program UPSUS SIWAB dilaksanakan pada tahun 2017 lalu. Bedanya, pada tahun 2017 besaran potongan hanya Rp 6000 tiap ekor sapinya, karena dana operasional dari APBN untuk tiap ekor sapinya hanya Rp 30.000.

”Pada tahun 2018 ini potongannya naik jadi Rp 12.000, karena operasional kita di APBN dinaikkan jadi Rp 50.000 satu ekornya. Jika satu bulan satu petugas saja bisa melakukan suntik IB terhadap 400 atau 500 ekor sapi, tinggal dikalikan Rp 12.000, setorannya sudah berapa tiap bulannya? Dari hasil itu, kalikan saja 74 orang petugas inseminator. Fantastis lho nilai setorannya tiap bulan,” bebernya.

Belum usai persoalan praktik dugaan potongan anggaran operasional IB, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora, kembali diterpa masalah dugaan praktik serupa yang terjadi di program Pemeriksaan Kebuntingan (PKB).

Terungkapnya dugaan praktik potongan dana operasional PKB di dapat oleh wartawan melalui pesan singkat WhatsApp group salah satu UPT. Dalam pesan yang disampaikan didalam group tersebut, salah satu oknum Kepala UPT menyampaikan pemberitahuan perihal besaran nominal penarikan dan batas waktu setoran yang ditujukan kepada para petugas inseminator.

“Betul, semua sama saja UPT 1, UPT 2 dan UPT 3 dalam program PKB tarikannya sama semua yakni,  sebesar Rp 13.500, pajaknya Rp 1500 jadi total Rp 15.000 untuk satu ekor sapi,” ungkapnya.

Sementara itu, sebut saja ia Fredi, “Jangan sebut identitas asli saya juga ya,” kata salah satu petugas inseminator yang kebetulan juga ikut serta menjumpai wartawan minggu kemarin diseputar tugu Pancasila.

Fredi juga mengatakan hal senada, selain persoalan potongan dana operasional IB dan PKB, ia mengungkapkan bahwa program Identifikasi juga mengalami nasib yang tak jauh berbeda.

“Identifikasi, dari total Rp 30.000 yang bersumber dari anggaran APBN itu, pada tahun 2017 kemarin juga dipotong oleh dinas sebesar Rp 11.000. Rincian detailnya saya lupa, tapi potongannya sebesar itu,” ujar Fredi sembari melihat rekan-rekan petugas inseminator yang hadir malam itu.

Lebih jauh Fredi menjelaskan, program identifikasi adalah langkah awal program UPSUS SIWAB ini dilaksanakan.”Jadi sebelum sapi ini disuntik IB dan dilakukan pemeriksaan PKB, sapi ini di identifikasi terlebih dahulu, jumlah total ada 79.432 ekor sapi yang telah di identifikasi tinggal dikalikan saja sama Rp 11.000 hasilnya sudah berapa,” tandasnya.

Menanggapi serentetan persoalan tersebut, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora, Ir. Wahyu Agustini, saat dijumpai oleh wartawan membantah semua. Ia menyebut bahwa semua tudingan tersebut hanyalah fitnah belaka dan tidak ada dasarnya.

“Saya mengira itu hanya omongan “oknum” yang saya menyebutnya terlalu tendensius sama saya. Silahkan ditanya langsung sama Kasi atau staf-staf saya ini, apakah semua informasi tentang potongan-potongan tersebut benar atau tidak,” ujar Wahyu Agustini sambil menunjuk Kasi dan stafnya saat dijumpai wartawan diruangannya pada, Selasa (14/08/2018) pagi.

Wahyu Agustini kembali mengutarakan bahwa terkait dengan persoalan dugaan potongan dana operasional UPSUS SIWAB baik IB ataupun PKB, selama ini ia merasa difitnah oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Jangan mudah percaya, sama omongan oknum yang tidak bertanggungjawab. Tidak ada itu pengumuman di WhatsApp group, tidak benar. Dapat fitnah itu rasanya sakit lho. Jadi saya tegaskan ya, informasi terkait adanya potongan dana operasional IB dan PKB itu tidak benar, semua itu bohong,” tegasnya.

Ketika wartawan menyinggung persoalan adanya dugaan potongan dana operasional identifikasi pada tahun 2017 lalu, Wahyu lagi-lagi kembali menampik kebenaran informasi tersebut. Ia beralasan bahwa saat program tersebut dilaksanakan pada tahun 2017 lalu, semua yang berada di kantor Dinas Peternakan dan Perikanan Blora masuk semua tergabung kedalam Tim identifikasi, baik yang tertulis di SK ataupun tidak..

Lanjut kata dia, Tim tersebut terdiri dari petugas ATR, petugas dokter hewan, staf Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora, dan ada petugas IB. Saat itu semua terlibat dan berperan aktif sesuai dengan peran masing-masing.

“Tidak benar, potongan identifikasi itu juga tidak benar. Untuk sapinya sendiri 2017 lalu yang masuk data identifikasi kami sebesar 79.432 ekor. Perlu diketahui ya, saat itu semua saya libatkan sesuai dengan porsinya masing-masing. Kalau biaya operasional ya semua dapatnya propossional sesuai dengan porsinya masing-masing waktu itu,” pungkasnya. (A7).