Home Breaking News Viral Komentar di Facebook, Istri Kadinas PUPR Blora Dirundung Masalah

Viral Komentar di Facebook, Istri Kadinas PUPR Blora Dirundung Masalah

9829
0
SHARE

SEKAT.CO, Blora – Seperti ungkapan yang diplesetkan ‘statusmu harimaumu’, hendaknya kita selalu berhati-hati dalam berkata-kata. Bahkan di dunia maya sekalipun.

Sepele memang, namun akibat yang ditimbulkan sangat fatal. Hanya mengunggah status atau “curhat” di Facebook, Twitter, ataupun komentar pembaca, kemudian ada pihak lain yang tersinggung dan akhirnya menempuh jalan dengan melaporkan ke pihak kepolisian.

Seperti kisah yang dialami oleh akun facebook bernama Pipit Windri Aryati, wanita yang diketahui merupakan istri Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blora, Ir. Samgautama Karnajaya, tersebut, semula mengomentari sebuah postingan di media social (medsos) facebook group Blora Updates.

Didalam beranda group tersebut, akun facebook bernama Welove Bagus Nuswantoro diketahui tengah mengunggah sebuah postingan berisikan tentang jajak pendapat mengenai sebuah film berjudul “Lubang Tikus”, pada, Senin (27/9/2018) pukul 02.04 WIB kemarin.

Seperti biasanya, kemudian muncul berbagai tanggapan yang beragam dari para Netizen, tanpa terkecuali akun facebook bernama Pipit Windri Aryati.

Didalam kolom komentar tersebut, Pipit tengah menjawab keluh kesah akun bernama Rahayu Dhinata yang merasa prihatin atas kondisi jalan disalah satu desa yang kebetulan dijadikan untuk lokasi syuting film.

“1 tahun 8 bulan di DPUPR kami tidak hanya membangun fisik bu…sdm nya juga… mentalnya sdh mental rusak…bertahun-tahun DPU dipimpin maling…maka anak buahnya ya biasa ikut maling… saat ini doakan kami bu…memperbaiki bersama mental dan pembangunan yg dibangun dan yg membangun,” ujar Pipit menanggapi komentar Rahayu Dhinata.

Setelah itu, Pipit juga kembali terlihat menanggapi kolom komentar milik akun Nanikandayani Monika, yang mengatakan,”Pejabate kan ora ngrasakno dalan elek, ora liwat dalan kono dadi mikire ora perlu didandani ora penting,” kata Nanikandayani Monika.

Pada kolom komentar tersebut Pipit menanggapi dengan mengatakan,”Betul mb.. kami mewarisi instansi yg dulu dipimpin seorang maling,” kata Pipit.

Sontak saja dalam waktu singkat, komentar istri Kepala Dinas PUPR Blora tersebut, langsung menuai reaksi keras dari berbagai pihak.

Reaksi pertama datang dari mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Blora, Drs. Bondan Sukarno, yang telah purna tugas pada Juni 2018 kemarin.

Kepada Sekat.co, Bondan Sukarno yang juga pernah menjabat sebagai Kadinas PUPR pada masa bakti tahun 2003-2009 dan tahun 2013-2016 tersebut menyatakan dengan tegas akan membawa masalah tersebut ke ranah hukum.

“Jujur saja, begitu saya melihat komentar yang dikatakan Pipit di facebook, saya dan keluarga merasa sangat terganggu. Oleh karena itu, saya sudah menunjuk pengacara di Semarang dan akan saya laporkan ke Polda Jawa Tengah,” ujar Bondan saat dijumpai di kediamannya.

Bondan Sukarno kembali mengatakan, selain merasa kecewa, pihaknya juga sangat menyesalkan pernyataan dan tudingan tersebut justru keluar dari seorang istri Kepala Dinas yang diketahui memiliki kredibilitas dan kapasitas yang cukup baik.

“Saya tau lah siapa pak Samgautama itu, orang saya pernah jadi Sekda juga. Oleh karena itu, saya sangat kecewa terhadap bu Pipit. Komentarnya jelas, “pimpinan maling dan anak buahnya ya biasa ikut maling”, artinya tuduhan itu kan bisa menyasar ke saya, ke Kadinas sebelum saya yakni Ir. Dewi Tejowati atau ke staf yang saat itu bertugas di PUPR,” bebernya.

Perihal senada juga dilontarkan oleh mantan Sekretaris Dinas PUPR yang sekarang menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Perhubungan Kabupaten Blora, Ir. Samsul Arief.

Ir. Samsul Arief yang tercatat sudah menjadi pegawai Dinas PUPR Blora, sejak tahun 1989 itu mengatakan, komentar dari Pipit Windri Aryati di facebook tersebut dinilai sangat tidak mendasar dan sangat gegabah.

“Wajar kalau saya juga merasa tersinggung. Dasarnya apa bu Pipit mengatakan maling. Kemudian yang di maling itu apa, kan harus jelas dan harus dibuktikan. Kalau dia tidak bisa membuktikan apa tidak fitnah namanya. Saya juga jadi bingung yang 1 tahun 8 bulan bekerja di PUPR itu siapa? Suaminya atau bu Pipit,” ungkap Samsul.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas PUPR Blora, Ir. Samgautama Karnajaya, atas kejadian tersebut ia mengucapkan permintaan maaf sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang sudah merasa tersakiti.

“Saya meminta maaf ya, atas pernyataan istri saya di facebook. Tidak usah diperpanjang,” kata Samgautama.

Lanjut kata dia, dalam persoalan tersebut, sebenarnya tidak ada niatan dari istrinya untuk mencampuri urusan pekerjaan di Dinas PUPR Blora.

“Karena mungkin terlalu banyak komentar bernada miring tentang PUPR, mungkin istri saya terpancing. Jadi maksutnya itu adalah oknum, tidak ada niatan untuk menuduh. Terlepas dari itu semua saya kembali meminta maaf,” bebernya.

Sementara itu, Pipit Windri Aryati ketika menanggapi pembicaraan di facebook tersebut, ia mengaku selaku sebagai masyarakat biasa yang kebetulan posisinya menjadi istri seorang pejabat.

“Saya tidak nyinggung sopo si A, si B, si C, atau siapapun dan semua orang tau lah, kita dulu dan kita sekarang seperti apa. Kalau ada yang tersinggung, ya saya tidak tau,” ujarnya.

Lebih jauh Pipit kembali mengatakan, dalam persoalan itu, ia juga tidak ada niatan menuduh atau menyinggung perasaan siapapun juga.

Kendati demikian, Pipit juga mengatakan, jika didalam perkataan tersebut ternyata ada pihak-pihak yang merasa tersinggung, ia dengan tegas mengucapkan permintaan maafnya.

“Jika ada yang merasa tersinggung, saya minta maaf. Tapi yakinlah, dalam 1 tahun 8 bulan belakangan ini di PUPR kami benar-benar membangun dan itu tidak mudah,” pungkasnya. (A-7).