Home Nasional MAKI: Jangan Cederai Aktifis Anti Korupsi Dengan Imbalan Uang

MAKI: Jangan Cederai Aktifis Anti Korupsi Dengan Imbalan Uang

153
0
SHARE

SEKAT.CO, Solo – Usai diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) No 43 Tahun 2018 pada, Selasa (9/10) kemarin, langsung ditanggapi Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), dengan menolak kemunculan PP tersebut.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman menuturkan, penolakan tersebut bukan saja tanpa alasan, ia berpendapat salah satu alasan penolakan tersebut diantaranya melihat kondisi keuangan negara saat ini masih defisit.

“MAKI tegas menolak adanya PP tersebut dan meminta untuk dicabut. Mengingat kondisi keuangan Negara masih defisit dan Negara saat ini masih membutuhkan biaya untuk pembangunan yang lebih penting, sehingga penerbitan PP tersebut belum pas waktunya karena akan menambah beban keuangan negara,” kata Boyamin Saiman dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/10).

Boyamin juga menambahkan, kalau pemerintah memahami, aktifis anti korupsi lebih bersifat volunter (relawan), sehingga pemberian imbalan tersebut bisa berdampak akan menurunkan daya juang para relawan anti korupsi.

Boyamin kembali menuturkan, selain itu dengan adanya imbalan tersebut, dikhawatirkan juga akan memberikan peluang kepada oknum aktifis untuk menjadi seorang Pemeras (blackmail) karena adanya rangsangan imbalan sebagaimana terjadi dalam cerita film koboi.

“Pasal 165 KUHP kan menegaskan setiap warga negara berkewajiban untuk melaporkan setiap kejahatan yang diketahuinya, dari situ kan sudah jelas. Jangan cederai keseriusan dan panggilan hati perjuangan para aktifis anti korupsi dengan imbalan uang seperti itu,” ujar Boyamin.

Lanjut kata dia, pemerintah saat ini seharusnya lebih fokus mementingkan peningkatan kualitas aparat penegak hukum yang dianggap masih gagal dan belum mampu meningkatkan index pemberantasan korupsi karena masih dibawah angka 4.

“Kami khawatir isu imbalan ini hanya dipakai untuk menutupi kegagalan pemerintah dalam memberantas korupsi,” pungkasnnya. (A7)