Home Daerah Jelang Musim Hujan, Bupati Blora Ingatkan Kewaspadaan Bencana

Jelang Musim Hujan, Bupati Blora Ingatkan Kewaspadaan Bencana

104
0
SHARE

SEKAT.CO, Blora – Pemerintah Kabupaten Blora melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pada hari Kamis (18/10/2018) menggelar rapat koordinasi (rakor) kesiapsiagaan menghadapi musim hujan. Bertempat di Ruang Pertemuan Setda Kabupaten Blora, rakor dibuka langsung oleh Bupati Djoko Nugroho, didampingi Sekda, perwakilan Polres dan Kodim 0721/Blora.

Dalam arahannya kepada seluruh peserta rapat yang terdiri dari perwakilan OPD, Kecamatan dan organisasi kemasyarakatan seperti PMI, MDMC, Pramuka, RAPI, Tagana, Banser, Senkom dan relawan lainnya, Bupati mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana baik menjelang musim hujan maupun kemarau seperti saat ini melalui mitigasi bencana.

“Salah satu bentuk kesiapsiagaan bencana itu adalah melakukan mitigasi guna memperkecil resiko dampak bencana yang diprediksi akan terjadi. Lakukan terus pelatihan tentang mitigasi bencana kepada masyarakat, khususnya di desa-desa yang kali ini kerap terjadi kebakaran. Sedangkan ketika hujan tiba rawan terjadi banjir dan tanah longsor,” ucap Bupati.

Bupati pun meminta kepada OPD terkait untuk mendirikan posko kewaspadaan bencana di wilayah yang berpotensi tinggi terjadi banjir.

“Mendirikan posko jangan menunggu setelah bencana terjadi. Namun dirikan sebelum bencana itu datang di wilayah yang memiliki kerawanan tinggi. Sehingga bisa memberikan mitigasi. Trantib yang ada di Kecamatan juga harus lebih aktif memberikan informasi kepada masyarakat. Banyak masyarakat kita yang masih mementingkan harta bendanya ketimbang keselamatan dirinya sendiri,” kata Bupati.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Blora, Sri Rahayu menerangkan bahwa saat ini Blora masih mengalami kekeringan meskipun sudah beberapa kali turun hujan.

“Dari data yang ada, setidaknya ada 146 desa/kelurahan di 14 Kecamatan yang mengalami kekeringan. Upaya yang kami lakukan, droping air dari anggaran APBD sebanyak 500 tangki, dan karena merasa kurang minta tambahan dan mendapat 400 tangki. Tak hanya itu, kami juga ajak dunia usaha, donatur , ormas dll, dalam menyalurkan bantuan air bersih,” jelas Sri Rahayu.

Pihaknya sering mengalami kesulitan saat dropping air bersih karena jumlah armada truk tangki yang dimiliki BPBD hanya ada empat dan berharap tahun depan ada penambahan armada tangki air.

“Untuk musim.hujan diperkiran mundur, info dari BMKG bulan November baru hujan. Tapi terlepas dari perkiraan itu, sebagian wilayah Blora saat ini sudah hujan, semoga segera bertambah intensitas hujannya dan merata,” lanjut Sri Rahayu.

Menghadapi musim penghujan ini, pihaknya akan melaksanakan apel siaga, mengaktifkan posko siaga banjir dan mengidentifikasi tanggul kritis. (A7).