Home Breaking News Jembatan Keruk Semakin Terpuruk

Jembatan Keruk Semakin Terpuruk

736
0
SHARE

SEKAT.CO, Blora – Jembatan yang merupakan akses penghubung yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari masyarakat Dukuh Keruk, Kelurahan Randublatung, Kecamatan Randublatung, butuh perhatian serius dari pemerintah.

Pasalnya jembatan yang digunakan masyarakat selama lebih kurang 40 tahun itu, dengan panjang berkisar 50 meter dan lebar 1.2 meter ini bertiang potongan pohon jati dan hanya berlantaikan papan.

Mirisnya kondisi jembatan yang terlihat mulai miring dan lapuk itu, dirasa sangat berbahaya apabila dilewati masyarakat untuk aktivitas sehari-hari mereka.

Jembatan yang oleh masyarakat diberi nama jembatan Shirotal Mustaqim ini, digunakan untuk menghubungkan 15 KK menuju jalan utama Dukuh Keruk.

“Sudah sering kita perbaiki, namun tidak pernah tahan lama. Apalagi tiang-tiang nya kan selalu kena terjang arus sungai saat musim hujan datang,” Kata Ridwan (50) salah satu masyarakat Dukuh Keruk RT03/RW03 kepada Sekat, Sabtu (05/01).

Dengan kondisi jembatan yang sudah tidak layak tersebut lanjut Ridwan, sangat membahayakan bagi masyarakat yang sedang melewati dengan menggunakan motor maupun sepeda sewaktu menyeberang.

Bahkan tak jarang banyak anak yang berangkat sekolah terperosok dan tergelincir saat melewatinya. Ironisnya lagi para pengendara sepeda motor yang melintasi jembatan tersebut sudah sering terjatuh.

“Sudah banyak korban yang jatuh saat melintasi jembatan ini, terutama anak sekolah. Jika musim penghujan kondisi jembatan jadi licin. Jalan kaki saja sulit apalagi bawa motor,” tambah Ridwan.

Hal senada juga dilontarkan oleh tokoh pemuda yang rumahnya tak jauh dari jembatan itu, Warsito (33) namanya. Warsito selama ini mengaku dalam membangun dan memperbaiki jembatan tersebut dilakukan dengan cara gotong royong oleh seluruh warga dengan biaya patungan.

Namun jembatan yang telah dibangun tidak pernah bertahan lama karena diterjang oleh arus sungai dari bendungan Keruk yang begitu deras ketika curah hujan tinggi.

Dengan adanya fenomena ini, Warsito juga berharap Pemerintah desa atau Pemerintah Kabupaten dapat memperhatikan dan membantu untuk membangun sebuah jembatan layak yang merupakan akses vital tersebut agar aman, mudah dan lancar.

“Kita sangat berharap bantuan dari Pemerintah untuk mengatasi masalah yang kita hadapi ini. Karena ini merupakan jembatan yang sangat di butuhkan dalam menggunakan akses untuk aktivitas warga sehari hari. Selain itu juga merupakan penyeberangan untuk menuju kampung sebelah, ” harap warsito. (B/S*)