Home Hukum & Kriminal Gelapkan Motor, Residivis Asal Pati Kembali Dibekuk Polisi

Gelapkan Motor, Residivis Asal Pati Kembali Dibekuk Polisi

122
0
SHARE

SEKAT.CO, Blora – Kembali Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Blora, berhasil menangkap pelaku penipuan dan penggelapan sepeda motor dengan korban siswa SMA.

Adalah Sutadi Triguno (39), warga Desa Growong Lor, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, dibekuk oleh petugas pada, Kamis (10/01).

Perlu diketahui, aksi penipuan dan penggelapan yang dilakukan tersangka, terjadi pada Rabu (10/10/2018) lalu, dengan korban Fendi Saputra (13) warga Desa Geneng, Kecamatan Jepon, Blora.

Korban saat itu bersama temannya Andri (14) pulang dari sekolah mengendarai motor Yamaha Jupiter Z1 No. Pol K3876 PE berwarna hitam.

Saat korban melintas di depan makam Cinese, korban dipanggil oleh tersangka yang belum pernah dikenalnya itu.

Dengan dalih meminta korban untuk membelikan BBM, perkenalan singkat itupun kemudian berlanjut pada sore hari sekira pukul 16.00 WIB, yang mana tersangka menghubungi korban untuk bertemu di Desa Seso, Kecamatan Jepon.

Setelah bertemu, tersangka mengajak korban untuk makan di warung yang terletak di daerah Desa Cabak, Kecamatan Jiken. Ketika sedang asik makan, tersangka meminjam motor korban untuk dibelikan BBM dan akan di isi pulsa juga.

Dengan polosnya Fendi Saputra meminjamkan motornya kepada tersangka. Namun setelah di tunggu tersangka tak kunjung datang dan ponselnya tidak bisa dihubungi. Merasa telah tertipu, korban akhirnya melapor ke Polsek Jiken, Polres Blora.

“Setelah tiga bulan, pada hari Selasa (08/01/19) pukul 07.00 WIB, akhirnya tersangka berhasil ditangkap tim Resmob Polres Blora ketika sedang berada di rumah. Hasil barang bukti motor Yamaha Jupiter juga kita amankan.” Ujar Kasat Reskrim AKP Herry Dwi Utomo.

Dari hasil introgasi petugas, diketahui tersangka merupakan resedivis yang sebelumnya telah menjalani hukuman penjara di Kabupaten Rembang 1 kali dan Kabupaten Pati 2 kali.

“Ternyata pelaku adalah resedivis yang keluar masuk penjara. Dari perbuatannya tersangka akan dijerat dengan pasal penipunan 378 dan penggelapan Pasal 372 KUHPidana.” Pungkasnya. (A7).