Home Breaking News MAKI dan ICW Soroti Rakor Pemkab Blora di Bali

MAKI dan ICW Soroti Rakor Pemkab Blora di Bali

549
0
SHARE

SEKAT.CO, Blora – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), soroti perjalanan dinas jajaran Pemerintah Kabupaten Blora, beserta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ke Bali. Sebab, perjalanan dinas itu dinilai menghamburkan anggaran.

Rombongan yang terdiri dari 61 pejabat, mulai dari Sekretaris Daerah, Asisten, Staf Ahli Bupati, Inspektorat Kabupaten, Dinas, Direktur RSUD, serta 16 Camat se- Blora, bakal melakukan rapat koordinasi di hotel mewah Aneka Lovina Villas & Spa, Jalan Kalibukbuk Lovina Beach Kabupaten Buleleng, Bali.

Ari Prayudhanto, dari MAKI menyampaikan, kegiatan tersebut seharusnya berbasis pada pengelolaan keuangan negara yang menganut asas efektif dan efisien.

Lanjut kata dia, selain dinilai tidak efektif dan efisien, kegiatan tersebut tentunya harus dapat dipertanggung jawabkan kepada masyarakat Blora.

“Kalau dilihat dari asas efektif dan efisien saya rasa ini tidak efisien dan efektif. Kenapa harus di Bali? Lagipula ini terlalu menghamburkan anggaran. Perlu di ingat ya, hasil dari kegiatan itu juga harus bisa dipertanggungjawabkan kepada masyarakat Blora,” katanya.

Sementara itu, Wana Alamsyah, dari Indonesia Corruption Watch (ICW), menyampaikan, bahwa tidak seharusnya pemerintah Kabupaten Blora menghamburkan anggaran dengan malakukan rakor di Bali.

“Pertimbangannya apa melakukan rakor di luar daerah. Bahkan, presiden Jokowi juga pernah mengeluarkan aturan, kalau ada kegiatan untuk sebisa mungkin di minimalisir anggaran,” ujarnya.

Dia menambahkan, Pemkab Blora selepas rakor tersebut diharapkan ada hasil yang bisa diperlihatkan dan dipertanggungjawabkan. “Ada dokumen yang dihasilkan dan tentunya dapat juga bermanfaat bagi rakyat,” tandasnya.

Untuk menunjang keterbukaan informasi, ICW berharap hasil rakor tersebut dapat diinformasikan juga melalui website pemerintah.

Sehingga masyarakat juga mengetahui apa sebenarnya yang dibicarakan, direncanakan, dan apa yang dilakukan.

“Agar masyarakat tercerahkan dengan informasi tersebut. Sehingga masyarakat tahu, apakah sesuai dengan yang sudah direncanakan atau tidak,” tandasnya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Blora, Komang Gede Irawadi, menyampaikan, bahwa kepergian jajaran Pemkab Blora ke Bali sudah diagendakan cukup lama.

Disamping itu, bukan hanya rakor saja yang akan dilakukan jajarannya. Tapi juga studi banding dengan Pemkab Buleleng-Bali terkait pembangunan daerah sampai pengelolaan keuangan.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telfonnya, komang mengaku masih dalam perjalanan. “Yang lain juga masih perjalanan,” kata dia.

Komang mengungkapkan, bahwa agenda sebelumnya seharusnya di Pemkab Banyuwangi untuk melakukan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama.

“Kerja sama Teknologi Informasi antara Pemkab Blora dengan Banyuwangi,” ujarnya.

Lebih jauh Komang menguraikan, pada Jum’at (1/3) Bupati Banyuwangi tidak bisa, pihaknya kemudian memutuskan untuk menyeberang ke Bali. “Karena lokasinya berdekatan, diputuskan untuk ke Bali sekalian,” tandasnya.

Saat disinggung terkait dengan kegiatan rakor yang bertepatan dengan pernikahan yang digelar oleh keluarga Kejari Blora, dia mengaku itu hanya kebetulan.

“Ya, itu kan hanya kebetulan saja,” ucap komang.

Perlu diketahui kegiatan rakor diduga bersamaan dengan resepsi pernikahan salah satu anggota keluarga Kajari Blora, Made Sudiatmika, yang turut mengundang para pejabat Blora pada, Sabtu (2/3/2019) di kompleks yang sama yakni Banyualit Spa‘n Resort Lovina Bali, jalan Laviana Kalibukbuk Lovina, Buleleng Bali. Rakor digelar pukul 13.00 WITA, sedangkan resepsi pernikahan akan berlangsung mulai pukul 18.30 WITA. (S8)