Home Peristiwa Warga Cepu Tuntut Kepemilikan Tanah Eks-Perhutani

Warga Cepu Tuntut Kepemilikan Tanah Eks-Perhutani

502
0
SHARE

SEKAT.CO, Blora – Aksi damai bakal dilakukan warga Kecamatan Cepu, senin besok (11/3/2019). Ribuan warga berasal dari 3 Kelurahan, akan menyuarakan aspirasinya terkait kepemilikan lahan eks-Perhutani yang telah ditempati puluhan tahun.

Warga merasa geram dengan ulah pemerintah Kabupaten Blora yang menggantung nasib mereka selama bertahun-tahun. Tanah yang saat ini mereka tempati adalah milik Pemkab Blora hasil tukar guling dengan Perhutani.

Lahan seluas 81,835 hektar itu adalah permukiman warga sejak puluhan tahun silam. “Ada yang sudah 50 tahun sampai 60 tahun,” ujar Darda Syahrizal koordinator Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Jawa Tengah, Minggu (10/3/2019) sore.

Pihaknya dalam dalam persolan ini, mendampingi warga untuk menuntut supaya tanah yang telah ditempati itu segera di berikan rekomendasi. “Supaya bisa disertifikatkan menjadi hak milik,” kata dia.

Menurutnya, sudah sering dilakukan mediasi. “Sejak tahun 90’an sudah pernah. tahun 2011, tahun 2012, lalu 2013. Dan ini mungkin menjadi puncaknya, karena masyarakat pernah dijanjikan sertifikat atas lahan yang ditenpati,” tandasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, bahwa hari ini telah dilakuan dialog yang dihadiri perwakilan Bupati Blora. Purwadi Setiyono, Asisten pemerintahan dan Kesejahteraan rakyat Sekretaris Daerah, Sukur dari BPN Blora, serta unsur Forkopimcam Cepu.

“Hari ini sempat sebanyak 200 orang datang ke balai kelurahan Cepu untuk dialog. Dengan harapan Bupati Blora, Djoko Nugroho datang. Tapi ternyata tidak. Akhirnya dialog dilanjutkan di serambi masjid Al muhammad Cepu,” kata dia.

Sempat terjadi dialog yang cukup alot dan akhirnya menyampaikan tawaran kepada perwakilan Pemkab Blora. “Bupati memberikan pernyataan tertulis bahwa yang ditempati saat ini adalah milik warga dan bisa disertifikatkan. Jika sampai pukul 21.00 WIB tidak ada itikad baik, maka warga akan tetap melakukan aksi damai, di Jalan Pemuda Cepu,” jelasnya.

Tuntuntan tersebut, diamini Muhammad Husaini Warga Wonorejo Kelurahan Cepu. Dia menambahkan, bahwa aksi damai itu bisa berhenti jika bupati memberikan rekomendasi atau pernyataan tertulis terkait tuntutan warga. Kalau tidak, maka aksi akan tetap berlanjut.

“Ada sekira 2500 kepala keluarga (KK) dari 4 wilayah yang berada di 3 keluarahan menempati lahan yang saat ini milik Pemkab Blora. Wilayah Wonorejo dan Tegal Rejo Kelurahan Cepu, Wilayah Sarirejo Kelurahan Ngelo, dan Wilayah Jatirejo Kelurahan Karangboyo,” ujarnya.

Aksi besok juga mendapat dukungan dari, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), badan otonom NU, JPKP serta warga dari 4 wilayah tersebut. (S8)