Home Peristiwa Operasi Warung Remang-Remang, Ada Satu Pasangan Mesum

Operasi Warung Remang-Remang, Ada Satu Pasangan Mesum

135
0
SHARE

BLORA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Blora bekerja sama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3a) Blora, Satpol PP Provinsi Jawa Tengah dan Polres Blora, lakukan operasi gabungan, Rabu (13/3/2019) malam.

Operasi yang dimulai pukul 21.00 WIB hingga puk 24.00 WIB itu, menyasar warung remang-remang di pasar Pon Blora dan pos Ngancar Kecamatan Tunjungan.

Di lokasi pertama, Pasar Pon, terkenal dengan warung remang-remang dan pijat plus-plus. Sampai di lokasi, tidak diketemukan aktivitas mencurigakan.

Saat berlangsungnya operasi, dari disalah satu gubuk di wilayah tersebut, tim menemukan ada satu pasangan mesum melakukan hubungan intim. ”Kami langsung memergoki mereka, setelah itu kami berikan pembinaan,” ujar Kabid Penegakan Peda Satpol PP Blora Suripto.

Dari Pasar Pon, tim gabungan menuju warung remang-remang di Pos Ngancar. Di lokasi itu, juga

Akan tetapi, petugas mendapati pasangan yang belum menikah serta tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Ada juga wanita lain juga tidak memiliki KTP. 3 orang yang tidak memiliki KTP, akan diundang ke Dinsos P3a.

Sementara, pada malam itu juga ada beberapa wanita yang dibawa ke kantor Dinsos P3a Blora. Dan dilakkan pembinaan. Ada 9 wanita terjaring razia ini. 6 diantaranya dibawa ke kantor Dinsos P3A untuk mendapatkan pembinaan, sedangkan 3 wanita yang diduga sebagai pekerja seks komersial harus berhadapan dengan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Blora.

Menurut Suripto yang dibawa hanya para wanitanya saja. Sedangkan para lelakinya tidak ada yang dibawa. ”Yang laki-lakinya kabur duluan,” ungkapnya.

Untuk wanita yang dibawa ke Dinsos P3a rata-rata adalah wanita yang sudah berumur. Begitu pun wanita yang diduga PSK tersebut. Bahkan yang dipergoki melakukan hubungan intim itu juga sudah tua.

Usai dilakukan pendataan dan pembianaan, mereka yang yerjaring operasi, oleh petugas dilepaskan kembali. “Karena memang kita hanya pembinaan,” jelasnya. (S8)