Home Peristiwa Dipicu Persoalan Pribadi, Pendukung Prabowo dan Pendukung Jokowi Saling Lapor

Dipicu Persoalan Pribadi, Pendukung Prabowo dan Pendukung Jokowi Saling Lapor

163
0
SHARE

Blora – Persoalan keluarga memicu terjadinya saling lapor antara pendukng Calon Presiden nomor urut 01 (Joko Widodo/Jokowi) dengan Calon Presiden nomor urut 02 (Prabowo), saling lapor ke Polisi.

Yakni antara Ketua DPC Blora Partai Gerindra, Yulianto, dengan pihak keluarga Ketua DPD Blora Partai Nasdem, Sri Sudarmini. Laporan dilakuran di Polres Blora pada tanggal (2/4/2019) dan tanggal (4/4/2019).

Permasalahan itudipicu dengan adanyapersoalan harta gono-gini setelah Dani Berliana putri Ketua Nasdem Sri Sudarminibercerai dengan Yulianto Ketua DPC Gerindra. Sampai saat ini, terkait harta gono-gini itu belum terselesaikan. Karena masih menunggu eksekusi dari Pengadilan Agama Blora.

Pelaporan ke pihak kepolisan sendiri dimulai dari putriKetua DPD Blora PartaiNasdem Sri Sudarmini pada Senin (2/4/2019) lalu. Setelah terjadinya pengembokan gerbang rumah milik Dhanik, sapaan putri Ketua Nasdem , yang dulu ditempati oleh Yulianto Ketua DPC Gerindra ketika keduanya masih menjadi suami istri.

Ketua DPD Blora PartaiNasdem  Sri Sudarmini,mengatakan, anaknya melaporkan Yulianto karena kasus pencurian. “Mbak Dhanik yang melaporkan, kayaknya tentang pencurian,”ujarnya.

Karena menurut dia ,Yulianto mengambil laptop dan menjebol gerbang dan mengantikan dengan gembok baru. Adapun laptop yang dibawa adalah milik karyawannya.

Pencurian ini menurutnya, juga buntut dari penggembokan pagar rumah anaknya padaSelasa (3/4/2019) lalu.Dari peristiwa itu, Mimin mengatakan, gerbang rumah milik anaknya itu diblokir Yulianto dengan cara mengembok.

Sehingga dirinya tidak bisa melakukan apa-apa. Bahkan sebelumnya, menurutdia, Yulianto sempat meminta uang sebesar Rp 1,2 miliar kepada mantan istrinya itu. Dengan menempatkan truk kointainer di depan rumahnya. Dia menilai ini adalah salah satu bentuk pemerasan.

Semnetara itu, kemarin (4/4/2019) Ketua DPC Gerindra Yulianto melakukan klarifikasi terkait klaim dari Ketua Nasdem.

Saat ditemui sejumlah wartawan, diamengatakan, bahwa apa yang disampaikan oleh Mimin sapaan Ketua  Partai Nasdem,adalah tidak benar. Apalagi sampai dirinya mencuri leptop. “Saya sudah melakukan klarifikasi terkait pelaporan itu (red,pencurian),”ujarnya.

Menurut Yulianto, leptop itu bukan dia curi, tapi dia mengambilnya. Karena lepotop itu adalah milik dari perusahaan elpiji. Dia menjadi Direkturnya. Hanya saja sekarang sekarang dikelola oleh Dhanik.“Itu laptopnya saya amankan ke kantor saya,” jelasnya.

Malahan menurutnya, setelah dia melakukan konfirmasi ke Polres.Kemarin (4/4/2019) dirinya juga malporkan balik saudara Dhanik. Dia melaporkan karena tindakan kekerasan dan pengancaman kepada dirinya. Yang dilakukan oleh Gagat, Putra Sri Sudarmini yang membawa masa dengan dugaan melakukan intimidasi di depan rumah Yulianto di Desa Keser.

”Kami juga melaporkan pihak Sudarmini atas dugaan pengancaman dan intimidasi,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yulianto juga melakukan klarifikasi terkait kabar meminta uang sebesar Rp 1,2 Miliar kepada Dhanik. ”Itu tidak benar, saya hanya melakukan pengamanan aset harta gono-gini selama masih proses eksekusi dipersidangan,” terangnya.

Dijelaskan, hal tersebut perlu dilakukan agar tidak ada niat untuk menghilangkan aset-aset selama proses eksekusi atau memanipulasi nilai aset.

Dia juga menjelaskan bahwa total aset harta gono gini keduanya sebesar 50 Miliar. Terkait Laptop, barang tersebut kini juga diamankan di kantor perusahaan.

Sedangkan, permasalahan saat ini Yulianto memastikan, bahwa ini murni masalah keluarga. Bukan masalah antara dirinya sebagai Ketua Gerindra dan mantan mertuannya sebagai Ketua Nasdem.

”Masalah ini murni atas masalah konflik pribadi. Bukan partai,” tegasnya.  (S7)